Jumat, 11 Maret 2011

Bahan Karya Ilmiah

Judul Penelitian
Telaah Kandungan Kimia Daun Alpukat (Persea americana Mill.)

Abstrak
Ekstrak etanol dan ekstrak air daun alpukat mempunyai aktivitas yang sama, yaitu hipoglikemia sedangkan kandungan kimia dari ekstrak tersebut belum dipublikasikan. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk menelaah kandungan kimia daun alpukat. Hasil penapisan fitokimia menunjukkan adanya golongan senyawa flavonoid, tanin katekat, kuinon, saponin, dan steroid/triterpenoid. Serbuk simplisia dari daun alpukat diekstraksi secara bertingkat dengan alat Soxhlet menggunakan pelarut organik, berturut-turut n-heksana, etil asetat dan etanol. Ekstrak etil asetat difraksinasi secara kromatografi cair vakum dengan fase diam silika gel 60 H dan 21 macam komposisi fase gerak. Pemurnian dilakukan dengan KLT preparatif. Senyawa dikarakterisasi dengan penampak bercak khusus pada KLT, spektofotometri ultraviolet-sinar tampak dan spektofotometri inframerah. Senyawa yang diperoleh belum murni, masih campuran tujuh senyawa triterpenoid mempunyai gugus –OH, -CH alifatik, C=C dan tidak mempunyai ikatan rangkap terkonjugasi.
Keterangan
Skripsi
Tempat Penelitian
Sekolah Farmasi ITB
Kandungan Kimia
Hasil: campuran tujuh senyawa triterpenoid mempunyai gugus –OH, -CH alifatik, C=C dan tidak mempunyai ikatan rangkap terkonjugasi.
Isolasi
Penelitian diawali dengan penyiapan bahan meliputi perolehan bahan berupa tanaman segar dari Medan, pembuatan serbuk dan karakterisasi serbuk dengan reaksi kimia, secara makroskopis maupun mikroskopis. Pemeriksaan terhadap mutu simplisia meliputi penetapan kadar air, kadar abu total, kadar sari larut air, dan kadar sari larut etanol. Simplisia ditentukan kandungan kimianya melalui penapisan fitokimia.

Simplisia kemudian diekstraksi dengan alat refluks menggunakan pelarut dengan kepolaran meningkat. Ekstrak n-heksana yang diperoleh kemudian ditentukan kandungan kimianya melalui penapisan fitokimia ekstrak. Hasil penapisan menunjukkan bahwa pada ekstrak n-heksana mengandung flavonoid dan steroid/triterpenoid.

Ekstrak n-heksana dimurnikan dengan KLT preparatif menggunakan pelat silika GF 254 pralapis dan pengembang toluene:aseton (9:1) dan toluene:aseton (16:1).

Dilihat pita-pita secara visual atau dengan sinar ultraviolet dan disemprot dengan penampak bercak khusus di bagian pinggir kiri dan kanan pelat. Setelah terbentuk pita-pita, diisolasi senyawa yang diinginkan.

Untuk memastikan bahwa isolat sudah murni maka dilakukan uji kemurnian dengan cara KLT menggunkan tiga macam pengembang yang berbeda kepolarannya. Selain itu juga dilakukan KLT dua dimensi dengan menggunakan pengembang yang berbeda kepolarannya. Pada proses karakterisasi digunakan penampak bercak khusus, spektrofotometri ultraviolet sinar tampak dan inframerah.

Hasil pemeriksaan memberikan kadar air sebesar 5,0%, kadar abu total 7,03%, kadar sari larut air 6,48% dan kadar sari larut etanol 1,53%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simplisia mengandung flavonoid, saponin dan steroid/triterpenoid.
Isolat x dikarakterisasi dengan reaksi warna menggunakan perekasi khusus seperti vanillin sulfat dan Liebermann-Burchard dan menghasilkan warna ungu. Isolat x juga dikarakterisasi dengan spektrofotometri ultraviolet sinar tampak dan inframerah. Spektrum ultraviolet yang diperoleh menunjukkan struktur yang tidak mempunyai ikatan rangkap terkonjugasi. Sedangkan spektrum inframerah menunjukkan gugus yang umum pada struktur triterpenoid seperti C-H alifatik, O-H, C=C alifatik, C-C, C=O dan tidak teridentifikasi adanya gugus aromatic.
Bagi mereka yang mengutip hasil penelitian ini wajib menuliskan sumbernya Sekolah Farmasi ITB http://bahan-alam.fa.itb.ac.id

http://bahan-alam.fa.itb.ac.id/detail.php?id=21

Muntah Darah (Hematemesis)




1) Ked.: Atau dikeluarkannya darah melalui mulut, yang berasal dari peredaran di saluran pencernaan: mungkin juga bahwa darah berasal dari peredaran di termpat lain, kemudian tertelan lalu dimuntahkan atau dikeluarkan melalui mulut. Hematemesis perlu dibedakan dari hemoptisis. Pada hemoptisis darah berasal dan perdarahan pada saluran pernapasan dan darah yang dikeluarkan melalui mulut umumnya berupa darah segar; sedangkan darah pada hematemesis umumnya berupa darah tua berwarna kehitam-hitaman akibat reaksi dengan asam lambung. Hematemesis sering berasal dari perdarahan variks esofagus (pelebaran pembuluh darah pada selaput lendir esofagus), tukak lambung, erosi selaput lendir esofagus/lambung karena tertelan zat korosif, penyakit darah.

Sebab-sebab lain adalah tumor ganas pada esofagus/lambung, perdarahan karena divertikel saluran pencernaan. Tempat dan sebab perdarahan dapat ditentukan dengan pemeriksaan radiologi dan/atau dengan endoskopi. Pengobatan dilakukan secara konservatif dengan obat-obat untuk mempercepat pembekuan darah; atau dengan memberikan infus dengan pitresin sebanyak 20 satuan dilarutkan dalam 200 ml glukosa 5% dalam waktu 20 menit; atau bila perlu dengan transfusi darah. Apabila semua tidak berhasil, dilakukan dengan tindakan pembedahan. Khusus untuk perdarahan variks esofagus dapat dilakukan tamponade dengan tube Sengstaken. 2) Ked. H.: Muntah darah sering tenjadi pada anjing. Sebabnya adalah sebagai berikut: sebab-sebab lokal: borok pada selaput lendir;

pengikisan pada selaput: radang lambung yang akut dan menahun; tumor, ruda paksa langsung (benda asing) atau tidak langsung (operasi lambung, tekanan selama muntah);

zat-zat kimiawi (racun obat peluruh muntah). Sebab-sebab lokal tidak langsung lain adalah: penyumbatan ke peredaran darah portal; tekanan terhadap vena porta;

penyakit-penyakit rongga dada yang mengganggu peredaran darah, dan sebagainya. Muntah darah timbul pula pada waktu hewan menderita penyakit menular (distemper), *rabies.

Gejala muntah darah tergantung daripada jumlah peredaran dan kecepatan darah yang dialirkan. Bila jumlah darah sedikit, gejala tidak terlihat karena seringkali tercampur dengan makanan yang dimuntahkan. Warna darah tergantung dan jumlah dan Iamanya darah tinggal di lambung. Bila segar, warnanya cerah dan sel-selnya tidak mengalami perubahan.

Bila terjadi pendarahan parah di dalam lambung, sebagian dari darah masuk saluran usus dan dikeluarkan tubuh bersama-sama feses. Feses berwarna gelap, mempunyai kepadatan seperti tir dengan bau busuk. Bila diteliti akan terlihat pigmen-pigmen darah dalam jumlah besar.

Gejala umum dari perdarahan interval terlihat pada keadaan yang lebih parah. Selaput lendir sekonyong-konyong menjadi pucat dan tidak berwarna, denyut nadi menunjukkan kelemahan umum. Perdarahan yang terjadi berulang kali akan menyebabkan pasien menderita anemi menahun.

http://www.indonesiaindonesia.com/f/88213-muntah-darah-hematemesis/

1 komentar: